INPASSING-PENGHITUNGAN ANGKA KREDIT GBPNS

Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2009 tentang Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, Tunjangan Khusus Guru dan Dosen, serta Tunjangan Kehormatan Profesor, mengamanatkan bahwa guru yang telah memiliki sertifikat pendidik, baik yang berstatus pegawai negeri sipil maupun yang bukan pegawai negeri sipil dan memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan diberi tunjangan profesi dan tunjangan khusus setiap bulan.
profesi dan tunjangan khusus bagi guru pegawai negeri sipil yang menduduki jabatan fungsional guru diberikan sebesar 1 (satu) kali gaji pokok pegawai negeri sipil yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan setiap bulan. Tabel Angka Kredit Inpassing Guru
Sedang bagi guru bukan pegawai negeri sipil, tunjangan profesi dan tunjangan khusus diberikan sesuai dengan kesetaraan tingkat, masa kerja, dan kualifikasi akademik yang berlaku bagi guru pegawai negeri sipil.
Tabel Angka Kredit Inpassing Guru
Mengingat kebijakan pemberian tunjangan profesi dan tunjangan khusus tersebut berlaku bagi semua guru yang memenuhi syarat, maka untuk dapat memberikan tunjangan profesi dan tunjangan khusus kepada Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil (GBPNS) yang telah memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku, perlu dilakukan penyetaraan atau inpassing penetapan jabatan fungsional dan angka kreditnya bagiGBPNS tersebut. Atas dasar itu, ditetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2010 sebagai perubahan terhadap Permendiknas Nomor 47 Tahun 2007 tentang Penetapan Inpassing Jabatan Fungsional GBPNS dan Angka Kreditnya yang dijadikan sebagai acuan untuk menetapkan Jabatan Fungsional GBPNS dan Angka Kreditnya.
Tabel Angka Kredit Inpassing Guru
Penetapan jabatan fungsional GBPNS dan angka kreditnya, bukan hanya untuk memberikan tunjangan profesi/khusus bagi mereka, namun dimaksudkan untuk pembinaan dan perlindungan serta tertib adminsitrasi guru. Jabatan fungsional guru merupakan jabatan ahli.
Tabel Angka Kredit Inpassing Guru
Inpassing Jabatan Fungsional GBPNS dan Angka Kreditnya ditetapkan berdasarkan dua hal, yaitu kualifikasi akademik dan masa kerja.
berikut ini konversi nilai angka kredit jabatan fungsional GBPNS berdasarkan lampiran Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan PNS.
  1. Kualifikasi SMA/SPG/SGO/D1/PGSLP/DII/PGSLA/Setara
    Masa Kerja (th) Angka Kredit Gol. Jabatan
     0 <MK< 6 25 II a Guru Pratama
     6 <MK< 10 40 II b Guru Pratama Tk I
    10 <MK< 14 60 II c Guru Muda
    14 <MK< 18 80 II d Guru Muda Tk I
    18 <MK< 22 100 III a Guru Madya
    22 <MK< 26 150 III b Guru Madya Tk I
    26 <MK< 30 200 III c Guru Dewasa
    30 <MK< 34 300 III d Guru Dewasa Tk I
    MK> 34 400 IV a Guru Pembina

2. Kualifikasi Sarjana Muda/D3/Setara

Masa Kerja (th) Angka Kredit Gol. Jabatan
 0 <MK< 6 40 II b Guru Pratama Tk I
 6 <MK< 10 60 II c Guru Muda
10 <MK< 14 80 II d Guru Muda Tk I
14 <MK< 18 100 III a Guru Madya
18 <MK< 22 150 III b Guru Madya Tk I
22 <MK< 26 200 III c Guru Dewasa
26 <MK< 30 300 III d Guru Dewasa Tk I
30 <MK< 34 400 IV a Guru Pembina
MK> 34

3. Sarjana/D4

Masa Kerja (th) Angka Kredit Gol. Jabatan
 0 <MK< 6 100 III a Guru Madya
 6 <MK< 10 150 III b Guru Madya Tk I
10 <MK< 14 200 III c Guru Dewasa
14 <MK< 18 300 III d Guru Dewasa Tk I
18 <MK< 22 400 IV a Guru Pembina

4. Magister / S2 :

Masa Kerja (th) Angka Kredit Gol. Jabatan
 0 <MK< 6 150 III b Guru Madya Tk I
 6 <MK< 10 200 III c Guru Dewasa
10 <MK< 14 300 III d Guru Dewasa Tk I
14 <MK< 18 400 IV a Guru Pembina

5. Doktor / S3 :

Masa Kerja (th) Angka Kredit Gol. Jabatan
 0 <MK< 6 200 III c Guru Dewasa
 6 <MK< 10 300 III d Guru Dewasa Tk I
10 <MK< 14 400 IV a Guru Pembina

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

DOWNLOAD PERANGKAT MENGAJAR FIKIH (BERKARAKTER) KELAS VII

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

                                                                                        (  R  P  P  )

 

Nama Madrasah                            :   MTs. SABILUL MUTTAQIEN

Mata Pelajaran                               :   Fiqih

Kelas/Semester                             :   VII / 1

Alokasi Waktu                                :   2 x 40 menit

 

  1. A.       Standar Kompetensi

            1.     Melaksanakan ketentuan taharah (bersuci)                       

  1. B.       Kompetensi Dasar

1.1    Menjelaskan macam-macam najis dan tatacara taharahnya ( bersucinya )

 

  1. C.       Tujuan Pembelajaran
  • Siswa dapat menyebutkan pengertian najis
  • Siswa dapat menyebutkan macam-macam najis
  • Siswa dapat menjelaskan tatacara membersihkan najis

☺     Karakter Siswa Yang Diharapkan :

F  Religius

Dapat Dipercaya (Trusthworthines)

Rasa Hormat dan Perhatian (Respect)

Tanggung Jawab (Responsibilithy)

Peduli (Carring)

Jujur (Fairnes)

  1. D.       Materi Pembelajaran
  • Pengertian najis
  • Macam-macam najis
  • Ketentuan dan tatacara membersihkan najis

 

  1. E.       Metode Pembelajaran
  • Ceramah : Metode ini digunakan untuk memulai kegiatan pembelajaran terutama untuk kegiatan awal.
  • Kerjak kelompok: kegiatan ini digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang pengertian najis, macam-macam najis, membuat bagan najis
  • Diskusi: Metode ini digunakan untuk mendialogkan tema yang berkemaan dengan materi kegiatan pembelajaran
  • Pameran dan Shopping : pajangan hasil diskusi/kerja kelompok dan saling mengomentari pajangan

 

  1. F.       Langkah-langkah Pembelajaran

 

No

Uraian Kegiatan

Waktu
1 Kegiatan awal :

Apersepsi :

  • Memberikan pertanyaan seputar pelajaran yang lalu dan materi najis

Motivasi :

  • Memberikan informasi tentang tujuan dan manfaat mempelajari seputar najis, macam-macam najis dan tatacara membersihkannya yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari
10  menit
2 Kegiatan Inti :

  • Siswa membaca literatur/referensi tentang najis, dan macam-macam najis.  (fase eksplorasi)
  • Siswa mengamati demonstrasi guru tentang  cara membersihkan macam-macam najis (fase eksplorasi)
  • Membuat bagan najis dan tatacara mensucikannya (fase elaborasi)
  • Pameran bagan dan saling mengomentari (fase elaborasi)
  • Salah seorang siswa mempraktekkan tatacara membersihkan najis sementara yang lain memperhatikan dan mencatat mencatat pokok-pokok penting dari hasil kegiatan pengamatan (fase elaborasi)
  • Penguatan tentang pengertian najis, macam-macam najis dan cara membersihkanya (fase konfirmasi)
60 Menit
3 Kegiatan akhir :

  • Tanya jawab tentang materi najis dan macam-macam najis serta tatacara membersihkannya.
  • Guru memberikan tugas untuk mencari pengertian hadats dan macam-macamnya serta perbedaan cara membersihkannya untuk pertemuan selanjutnya.
10 menit

 

  1. G.      Sumber belajar dan media pembelajaran
  • Buku yang relevan dengan mata pelajaran fikih
  • Kertas manila atau lainnya

 

  1. H.       Penilaian

Indikator Pencapaian

Jenis Penilaian

Bentuk Penilaian

Contoh Instrumen

  • Siswa dapat  menjelaskan pengertian najis
  • Siswa dapat menyebutkan macam-macam najis berikut pengertiannya

 

 

  • Siswa dapat menjelaskan cara membersihkan najis mutawasitoh

 

Tes tulis

 

Tes tulis

 

 

 

Tes Tulis

Uraian

 

Pilihan ganda

 

 

Uraian

  • Jelaskan apa yang dimaksud dengan najis….?
  • Najis ringan adalah :
  1. MUgholladhoh
  2. Mukhoffafah
  3. Mutawashithoh
  • Jelaskan  cara membersihkan najis mutawasitthoh

 

 

Mengetahui

Kepala Madrasah

 

 

 

Hardianto, S.Pd.I

NPY. 99 1 001 002

  Nalo Tantan,      Juli  2013

Guru Mapel Fiqih

 

 

 

Hardianto, S.Pd.I

NPY. 99 1001 002

 

Catatan : ………………………………………………………………………………………………………………………………………….

 

………………………………………………………………………………………………………………………………………….

…………………………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Download RPP fikih Kelas 7 : http://www.ziddu.com/download/23094976/_7_RPP_FIKIH_7_Hardianto_files_.docx.html

(Buat bapak/ibu guru yang membutuhkan file lengkap perangkat mengajar FIKIH dapat menghubungi Yayasan Sabilul Muttaqien di 08287455851

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

BEL SEKOLAH OTOMATIS

BEL SEKOLAH OTOMATIS

Terobosan yang dibuat temen-temen SMK Darunnajah Banjarmangu Banjarnegara ini patut kita acungi jempol. Pasalnya Program atau software yang dibuat merupakan bentuk lain dari adanya suatu sarana bel di sekolah. Kalau kita kenal Bel sekolah berupa Lonceng, sirine, maupun bel listrik yang banyak kita jumpai di pasaran, software ini bekerja lain dari yang lain, yaitu menggunakan sarana Media Player (komputer).
Karena software ini oleh penciptanya didedikasikan di dunia pendidikan, maka kita dapat mengunduhnya dengan mudah dan gratis, akan tetapi lisensi masih tetap milik sang penciptanya.
Baiklah untuk mencoba software bel otomatis ini silahkan download disini : http://www.mtssabilulmuttaqien.sch.id/index.php?id=artikel&kode=5FUNGSI DAN KEGUNAAN

  • Menggantikan fungsi bel manual menjadi otomatis berbunyi pada waktu yg telah ditentukan sesuai dengan jadwal pelajaran.
  • Menghindari kelalain petugas dalam penekan tombol bel karena dengan bel ini sudah tidak dibutuhkan lagi pekerjaan menekan bel.
  • Memberikan informasi yg lebih lengkap tentang tiap-tiap waktu bel berbunyi, misalnya dinformasikan pada jam 09:00 WIB saatnya siswa beristirahat.
  • Menggantikan suara nada bel yg biasanya dikodekan misalnya : Tet…Tet…Tet… menjadi informasi hasil rekaman suara manusia yg lebih jelas artinya.
  • Bunyi atau suara bel dapat disesuaikan berfariasi sehingga murid TIDAK BOSAN
  • Pada saat istirahat dapat secara otomatis disisipkan lagu/suara/murotal WAV, MP3, dan MIDI sebagai pengisi waktu dan dapat diset secara berbeda-beda untuk tiap pergantian hari
  • Dapat diset sebagai BEL HARIAN ataupun BEL KHUSUS pada saat pelaksanaan ujian/test atau waktu bulan ramadhan.

KEMUDAHAN DAN KELENGKAPAN PROGRAM 

  • Semua menu disajikan dalam bahasa Indonesia dan diringkas hanya dalam 1 halaman display.
  • Setting menu mudah dipahami dan boleh dicoba-coba tanpa harus kawatir merusak program.
  • Nama suara/lagu yg akan dipakai dapat dipilih secara mudah pada daftar suara, cukup tekan enter maka suara yg terpilih akan masuk dalam daftar setting suara.
  • Penambahan isian suara dapat dilakukan sendiri oleh pihak sekolah dengan memasukkan suara hasl rekaman sendiri atau MP3 yg sudah jadi kedalam direktori BEL. Untuk rekaman paling mudah dapat menggunakan sarana SOUND RECORDER yg telah disediakan oleh Windows atau dengan program recorder lainnya.
  • Dapat dipergunakan untuk jadwal pelajaran yg rumit, sehingga jadwal bel yg susah menjadi mudah.
  • Dilengkapi dengan TEST SOUND sehingga suara yg terpilh dapat diperdengarkan dulu sebelum benar-benar dipergunakan dalam keseharian jadwal pelajaran.

sumber : smkdarunnajah

Pengirim : Hard

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

Belajar Mendalami Ilmu Fiqh

PENGERTIAN BID’AH MACAM-MACAM BID’AH DAN HUKUM-HUKUMNYA

PENGERTIAN BID’AH

Bid’ah menurut bahasa, diambil dari bida’ yaitu mengadakan sesuatu tanpa ada contoh. Sebelumnya Allah berfirman.

Badiiu’ as-samaawaati wal ardli
“Artinya : Allah pencipta langit dan bumi” [Al-Baqarah : 117]

Artinya adalah Allah yang mengadakannya tanpa ada contoh sebelumnya.

Juga firman Allah.

Qul maa kuntu bid’an min ar-rusuli
“Artinya : Katakanlah : ‘Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul”. [Al-Ahqaf : 9].

Maksudnya adalah : Aku bukanlah orang yang pertama kali datang dengan risalah ini dari Allah Ta’ala kepada hamba-hambanya, bahkan telah banyak sebelumku dari para rasul yang telah mendahuluiku.

Dan dikatakan juga : “Fulan mengada-adakan bid’ah”, maksudnya : memulai satu cara yang belum ada sebelumnya.

Dan perbuatan bid’ah itu ada dua bagian :

[1] Perbuatan bid’ah dalam adat istiadat (kebiasaan) ; seperti adanya penemuan-penemuan baru dibidang IPTEK (juga termasuk didalamnya penyingkapan-penyingkapan ilmu dengan berbagai macam-macamnya). Ini adalah mubah (diperbolehkan) ; karena asal dari semua adat istiadat (kebiasaan) adalah mubah.

[2] Perbuatan bid’ah di dalam Ad-Dien (Islam) hukumnya haram, karena yang ada dalam dien itu adalah tauqifi (tidak bisa dirubah-rubah) ; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Artinya : Barangsiapa yang mengadakan hal yang baru (berbuat yang baru) di dalam urusan kami ini yang bukan dari urusan tersebut, maka perbuatannya di tolak (tidak diterima)”. Dan di dalam riwayat lain disebutkan : “Artinya : Barangsiapa yang berbuat suatu amalan yang bukan didasarkan urusan kami, maka perbuatannya di tolak”.

MACAM-MACAM BID’AH

Bid’ah Dalam Ad-Dien (Islam) Ada Dua Macam :

[1] Bid’ah qauliyah ‘itiqadiyah : Bid’ah perkataan yang keluar dari keyakinan, seperti ucapan-ucapan orang Jahmiyah, Mu’tazilah, dan Rafidhah serta semua firqah-firqah (kelompok-kelompok) yang sesat sekaligus keyakinan-keyakinan mereka.

[2] Bid’ah fil ibadah : Bid’ah dalam ibadah : seperti beribadah kepada Allah dengan apa yang tidak disyari’atkan oleh Allah : dan bid’ah dalam ibadah ini ada beberapa bagian yaitu :

[a]. Bid’ah yang berhubungan dengan pokok-pokok ibadah : yaitu mengadakan suatu ibadah yang tidak ada dasarnya dalam syari’at Allah Ta’ala, seperti mengerjakan shalat yang tidak disyari’atkan, shiyam yang tidak disyari’atkan, atau mengadakan hari-hari besar yang tidak disyariatkan seperti pesta ulang tahun, kelahiran dan lain sebagainya.

[b]. Bid’ah yang bentuknya menambah-nambah terhadap ibadah yang disyariatkan, seperti menambah rakaat kelima pada shalat Dhuhur atau shalat Ashar.

[c]. Bid’ah yang terdapat pada sifat pelaksanaan ibadah. Yaitu menunaikan ibadah yang sifatnya tidak disyari’atkan seperti membaca dzikir-dzikir yang disyariatkan dengan cara berjama’ah dan suara yang keras. Juga seperti membebani diri (memberatkan diri) dalam ibadah sampai keluar dari batas-batas sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

[d]. Bid’ah yang bentuknya menghususkan suatu ibadah yang disari’atkan, tapi tidak dikhususkan oleh syari’at yang ada. Seperti menghususkan hari dan malam nisfu Sya’ban (tanggal 15 bulan Sya’ban) untuk shiyam dan qiyamullail. Memang pada dasarnya shiyam dan qiyamullail itu di syari’atkan, akan tetapi pengkhususannya dengan pembatasan waktu memerlukan suatu dalil.

HUKUM BID’AH DALAM AD-DIEN

Segala bentuk bid’ah dalam Ad-Dien hukumnya adalah haram dan sesat, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Artinya : Janganlah kamu sekalian mengada-adakan urusan-urusan yang baru, karena sesungguhnya mengadakan hal yang baru adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat”. [Hadits Riwayat Abdu Daud, dan At-Tirmidzi ; hadits hasan shahih].

Dan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Artinya : Barangsiapa mengadakan hal yang baru yang bukan dari kami maka perbuatannya tertolak”.

Dan dalam riwayat lain disebutkan :

“Artinya : Barangsiapa beramal suatu amalan yang tidak didasari oleh urusan kami maka amalannya tertolak”.

Maka hadits tersebut menunjukkan bahwa segala yang diada-adakan dalam Ad-Dien (Islam) adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat dan tertolak.

Artinya bahwa bid’ah di dalam ibadah dan aqidah itu hukumnya haram.

Tetapi pengharaman tersebut tergantung pada bentuk bid’ahnya, ada diantaranya yang menyebabkan kafir (kekufuran), seperti thawaf mengelilingi kuburan untuk mendekatkan diri kepada ahli kubur, mempersembahkan sembelihan dan nadzar-nadzar kepada kuburan-kuburan itu, berdo’a kepada ahli kubur dan minta pertolongan kepada mereka, dan seterusnya. Begitu juga bid’ah seperti bid’ahnya perkataan-perkataan orang-orang yang melampui batas dari golongan Jahmiyah dan Mu’tazilah. Ada juga bid’ah yang merupakan sarana menuju kesyirikan, seperti membangun bangunan di atas kubur, shalat berdo’a disisinya. Ada juga bid’ah yang merupakan fasiq secara aqidah sebagaimana halnya bid’ah Khawarij, Qadariyah dan Murji’ah dalam perkataan-perkataan mereka dan keyakinan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dan ada juga bid’ah yang merupakan maksiat seperti bid’ahnya orang yang beribadah yang keluar dari batas-batas sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan shiyam yang dengan berdiri di terik matahari, juga memotong tempat sperma dengan tujuan menghentikan syahwat jima’ (bersetubuh).

Catatan :
Orang yang membagi bid’ah menjadi bid’ah hasanah (baik) dan bid’ah syayyiah (jelek) adalah salah dan menyelesihi sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Artinya : Sesungguhnya setiap bentuk bid’ah adalah sesat”.

Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menghukumi semua bentuk bid’ah itu adalah sesat ; dan orang ini (yang membagi bid’ah) mengatakan tidak setiap bid’ah itu sesat, tapi ada bid’ah yang baik !

Al-Hafidz Ibnu Rajab mengatakan dalam kitabnya “Syarh Arba’in” mengenai sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Setiap bid’ah adalah sesat”, merupakan (perkataan yang mencakup keseluruhan) tidak ada sesuatupun yang keluar dari kalimat tersebut dan itu merupakan dasar dari dasar Ad-Dien, yang senada dengan sabdanya : “Artinya : Barangsiapa mengadakan hal baru yang bukan dari urusan kami, maka perbuatannya ditolak”. Jadi setiap orang yang mengada-ada sesuatu kemudian menisbahkannya kepada Ad-Dien, padahal tidak ada dasarnya dalam Ad-Dien sebagai rujukannya, maka orang itu sesat, dan Islam berlepas diri darinya ; baik pada masalah-masalah aqidah, perbuatan atau perkataan-perkataan, baik lahir maupun batin.

Dan mereka itu tidak mempunyai dalil atas apa yang mereka katakan bahwa bid’ah itu ada yang baik, kecuali perkataan sahabat Umar Radhiyallahu ‘anhu pada shalat Tarawih : “Sebaik-baik bid’ah adalah ini”, juga mereka berkata : “Sesungguhnya telah ada hal-hal baru (pada Islam ini)”, yang tidak diingkari oleh ulama salaf, seperti mengumpulkan Al-Qur’an menjadi satu kitab, juga penulisan hadits dan penyusunannya”.

Adapun jawaban terhadap mereka adalah : bahwa sesungguhnya masalah-masalah ini ada rujukannya dalam syari’at, jadi bukan diada-adakan. Dan ucapan Umar Radhiyallahu ‘anhu : “Sebaik-baik bid’ah adalah ini”, maksudnya adalah bid’ah menurut bahasa dan bukan bid’ah menurut syariat. Apa saja yang ada dalilnya dalam syariat sebagai rujukannya jika dikatakan “itu bid’ah” maksudnya adalah bid’ah menurut arti bahasa bukan menurut syari’at, karena bid’ah menurut syariat itu tidak ada dasarnya dalam syariat sebagai rujukannya.

Dan pengumpulan Al-Qur’an dalam satu kitab, ada rujukannya dalam syariat karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan penulisan Al-Qur’an, tapi penulisannya masih terpisah-pisah, maka dikumpulkan oleh para sahabat Radhiyallahu anhum pada satu mushaf (menjadi satu mushaf) untuk menjaga keutuhannya.

Juga shalat Tarawih, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat secara berjama’ah bersama para sahabat beberapa malam, lalu pada akhirnya tidak bersama mereka (sahabat) khawatir kalau dijadikan sebagai satu kewajiban dan para sahabat terus sahalat Tarawih secara berkelompok-kelompok di masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup juga setelah wafat beliau sampai sahabat Umar Radhiyallahu ‘anhu menjadikan mereka satu jama’ah di belakang satu imam. Sebagaimana mereka dahulu di belakang (shalat) seorang dan hal ini bukan merupakan bid’ah dalam Ad-Dien.

Begitu juga halnya penulisan hadits itu ada rujukannya dalam syariat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan untuk menulis sebagian hadits-hadist kepada sebagian sahabat karena ada permintaan kepada beliau dan yang dikhawatirkan pada penulisan hadits masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam secara umum adalah ditakutkan tercampur dengan penulisan Al-Qur’an. Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah wafat, hilanglah kekhawatiran tersebut ; sebab Al-Qur’an sudah sempurna dan telah disesuaikan sebelum wafat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka setelah itu kaum muslimin mengumpulkan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai usaha untuk menjaga agar supaya tidak hilang ; semoga Allah Ta’ala memberi balasan yang baik kepada mereka semua, karena mereka telah menjaga kitab Allah dan Sunnah Nabi mereka Shallallahu ‘alaihi wa sallam agar tidak kehilangan dan tidak rancu akibat ulah perbuatan orang-orang yang selalu tidak bertanggung jawab.

[Disalin dari buku Al-Wala & Al-Bara Tentang Siapa Yang harus Dicintai & Harus Dimusuhi oleh Orang Islam, oleh Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan, terbitan At-Tibyan Solo, hal 47-55, penerjemah Endang Saefuddin.]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=439&bagian=0

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

SERGU 2013

SAHDEN GIRSANG

Kebijakan Sertifikasi Guru 2013
Dalam Pelaksanaan Sertifikasi Guru 2013, ada beberapa kebijakan yang perlu Bapak Ibu guru perhatikan:
1. Pendataan calon peserta sertifikasi guru sekaligus untuk pelaksanaan tahun 2013-2015
2. Uji kompetensi ONLINE kepada semua guru yang belum bersertifikat
3. Distribusi sasaran/kuota provinsi ditetapkan setelah selesai verifikasi data
4. Penetapan peserta sertifikasi guru setelah uji kompetensi
5. Modul/bahan ajar diberikan kepada peserta minimal 2 bulan sebelum pelaksanaan PLPG
6. LPTK berhak memeriksa ulang kesehatan peserta dan menunda keikutsertaan PLPG jika kesehatannya tidak memungkinkan.
Selengkapnya baca DISINI

Sumber : http://www.ptkguru.com

Lihat pos aslinya

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

KURIKULUM 2013

SAHDEN GIRSANG

Dokumen Resmi Kurikulum 2013
Walaupun Kemdikbud telah melakukan Uji Publik Kurikulum 2013 tetapi sampai saat ini Dokumen Resmi Kurikulum 2013 belum juga dipublikasikan oleh Kemdikbud. Entah mengapa ?Terlepas dari resmi atau tidaknya namun Dokumen Kurikulum 2013 yang telah banyak beredar, terutama diinternet lengkap dengan Kompetensi Dasar untuk SD, SMP, SMA-MA.(Saya pun dapat dari temen yang katanya hasil download dari internet).  Jika bapak ibu guru berminat silahkan download pada tautan berikut sambil menunggu Dokumen Kurikulum 2013 yang resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dokumen Kurikulum 2013

Kompetensi Dasar SD

Kompetensi Dasar SMP

Kompetensi Dasar SMA-MA

Lihat pos aslinya

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Munchen Vs Arsenal

ES CE TE VE $$ :: 72 88 2D 00 1E 18 A5 00 cliiinggg

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar